Imageshack.us

Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Visit dee_ann's (my) ImageShack profile

QuickPost Quickpost these images to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Sabtu, 24 Juli 2010

Marmalade Boy, Si Pemuda Selai Jeruk



Marmalade boy/Orange boy adalah drama taiwan yang diambil dari manga jepang dengan judul yang sama. Orange boy adalah judul yang ditayangkan di stasiun RCTI beberapa tahun yang lalu. Film favoritku karena yang main adalah Ken Zhu Xiao Tian. Minggu ini aku baru menonton lagi serial ini. Senang dan kangen melihat Ken Zhu yang waktu itu masih muda banget. Secara sekarang Ken gemuk dan kelihatan tua. But, it's okay.

Back to story. Serial ini menceritakan seorang cewek bernama Xiao Shi Chuan Guang Xi (Miki) yang merasa terpuruk ketika sekembalinya orang tuanya pulang dari Hawaii dan menyatakan padanya bahwa mereka akan segera bercerai. Mereka menjelaskan bahwa ketika mereka sedang berlibur, mereka mendapat pasangan lain. Guang Xi sangat sedih. Dia tidak ingin melihat keluarganya pecah. Yang mengejutkan, mereka dan pasangannya akan tinggal bersama dengan Guang Xi di sebuah rumah besar, termasuk anak dari pasangan orang tua Guang Xi, Yuu. Guang Xi merasa sebal di awal-awal pertemuan dan kehidupan mereka, apalagi dengan kehadiran Yuu yang pindah ke sekolah yang sama dengan Guang Xi. Namun, semakin lama, Guang Xi semakin menyadari bahwa Yuu adalah sosok yang menarik dan ia pun jatuh cinta pada Yuu.

Sayangnya, ketika mereka saling menyayangi satu sama lain, Yuu yang pernah membaca surat dari neneknya pada ibunya saat kelas 6 SD bahwa ia adalah anak hasil hubungan di luar nikah, melihat foto masa muda orang tua mereka. Di sana ia mendapati bahwa orang tuanya sudah mengenal sejak lama dan dari foto itu ia menyangka bahwa ayah kandungnya juga adalah ayah kandung Guang Xi. Sehingga, sejak saat itu ia pun menjauhi Guang Xi meski masih memiliki perasaan padanya.

Guang Xi yang bingung dengan perubahan Yuu merasa sedih apalagi ketika Yuu menyatakan putus dan pindah ke sekolah lain. Guang Xi merasa penasaran dengan semua perubahannya, bertanya dan menyusul Yuu ke tempatnya yang baru pun ia lakukan. Nyatanya, ia mendapati Yuu memiliki kekasih lain yang tak lain adalah kekasih pura-pura Yuu. Guang Xi pun akhirnya berusaha untuk melupakan Yuu dan berusaha menerima Yuu sebagai kakak meski berat hati. Ia juga menerima perjodohan yang dilakukan teman-temannya yaitu Ya Li Se dan Ying Tai.

Tidak lama setelah itu, Yuu pulang ke rumah mereka dan melihat Guang Xi sudah mempunyai kekasih. Ia pun sedikit cemburu dan bertanya perihal hubungan mereka pada Guang Xi. Guang Xi sadar ia masih mencintai Yuu dan mengatakan itu padanya. Yuu akhirnya menjelaskan kenapa ia memutuskan hubungan mereka. Guang Xi yang mendengar bahwa mereka adalah saudara lain ibu, tidak bisa terima. Ia memutuskan untuk bertanya pada orang tua mereka.

Dan akhirnya mereka tahu bahwa tidak ada hubungan darah antara Guang Xi dan Yuu sehingga akhirnya mereka bisa mencintai satu sama lain dengan terang-terangan. Hehe.. happy ending deh pokoknya. :)

Credit:
Stella Huang as Xiao Shi Chuan Guang Xi
Ken Zhu as Yuu

Theme Song:
Wen Shi De Hua (Green House Flower) by Stella Huang

Senin, 07 Juni 2010

Tears In Heaven by Eric Clapton

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong and carry on
Cause I know I don't belong
Here in heaven

Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?
I'll find my way throug night and day
Cause I know I just can't say
Here in heaven..

Time can bring you down, time can bend your knees
Time can break your heart, have you begging please...
begging please...

Beyond the door there's peace I'm sure
And I know there'll be no more tears in heaven...

Would you know my name
if I saw you in heaven?
Would YOU be the same
if I saw you in heaven?
I must be strong and carry on
'Cause I know I don't belong here in heaven...

Terjemahan:
Air Mata di Surga oleh Eric Clapton

Apakah Anda tahu nama saya
jika aku melihatmu di surga?
Apakah sama
jika aku melihatmu di surga?
Aku harus kuat dan terus
Karena aku tahu aku bukan di sini di surga ...

Apakah Anda memegang tangan saya
jika aku melihatmu di surga?
Apakah Anda membantu saya berdiri
jika aku melihatmu di surga?
Aku akan menemukan jalan melalui siang dan malam
Karena aku tahu aku tidak bisa tinggal di sini di surga ...

Waktu dapat membawa Anda ke bawah, waktu bisa menekuk lutut Anda
Sisa dapat mematahkan hati Anda, apakah Anda memohon silahkan ... silahkan mengemis

Di luar pintu ada kedamaian Aku yakin
Dan aku tahu akan ada lagi air mata di surga ...

Apakah Anda tahu nama saya
jika aku melihatmu di surga?
Apakah ANDA sama
jika aku melihatmu di surga?
Aku harus kuat dan terus
Karena aku tahu aku bukan di sini di surga ...

Selasa, 04 Mei 2010

My Appendix Operation

Ceritanya berawal sebulan yang lalu, tanggal 31 Maret hari rabu malam setelah pulang dari kantor, aku merasakan sakit di bagian perut bagian kanan bawah. Saat tengah malam, sakitnya menjadi-jadi. Aku benar-benar tidak bisa tidur, hanya berguling-gulingan di atas kasur. Saat ke toilet, jalan menjadi setengah membungkuk. Membangunkan ibu, dan mengatakan keluhanku padanya, mungkin aku usus buntu, begitu kataku padanya. Beliau setengah tidak percaya.

Beberapa saat kemudian, ibu membuatkan susu hangat. Aku menghirupnya sedikit. Bukannya enakan, tak lama aku merasa mual dan muntah. Ibu juga memberikan aku botol berisi air panas untuk menghilangkan sakitku (kram perut biasa terjadi pada perempuan dan bisa dihilangkan dengan botol hangat, red). Namun, hal itu tidak juga mengurangi rasa sakitku. Rasanya lama sekali menunggu pagi tiba. Aku berharap bisa menemui dokter secepatnya untuk mengetahui penyakitku itu. Saat itu menunjukkan jam 3.30 pagi.

Ketika pagi tiba, orang tuaku melihat keadaanku. Ibuku bilang ia akan memanggil tukang urut. Aku berkata, "terserah ibu saja". Belum sempat ibu memanggil tukang urut, ayahku berinisiatif mengajakku segera pergi ke dokter terdekat yang buka praktek pagi. Kami bersiap berangkat dengan menggunakan becak. Sementara abang-abangku belum dapat dihubungi untuk mengantarkanku ke RS.

Pukul 07.00, dr. Ira Gafitri, memeriksa keadaanku. "Sepertinya usus buntu," vonisnya. "Jika sampai jam 10.00 masih terasa sakit, maka harus segera ke RS," begitu katanya. Dokter Ira memberikanku beberapa butir obat untuk mengurangi rasa sakit. Memang, beberapa jam kemudian, aku merasa sedikit baikan. Rasanya tidak terlalu sakit lagi.
Pukul 11.30, Abangku Abaz ke rumah dan menyuruhku untuk bersiap ke RS. Ternyata ia menerima pesan singkat yang dikirimkan oleh Ibu.

Dua jam berikutnya pukul 13.30, aku sudah berada di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSI. Siti Khodijah. Suster memberitahukanku untuk memulai puasa saat itu. Abang yang menemaniku di rumah sakit, pamit tidak berapa lama setelah aku di bawa ke ruang inap. Ia pergi sebentar untuk menemani istrinya kontrol ke dokter kandungan di rumah sakit lain. Pukul 16.30, ia datang lagi bersama istrinya sementara ayah juga sudah menemaniku tidak lama sebelumnya.

Pukul 17.00, aku ditemani keluarga dan beberapa perawat magang, periksa USG di bagian kebidanan rumah sakit tersebut. Pukul 18.00, selesai periksa USG, dokternya bilang memang sepertinya usus buntu, tapi hal itu perlu kepastian dari dokter yang akan membedahku nanti.

Selesai dari sana, kami kembali di ruang rawat inap. Saudari iparku mengkhawatirkan aku yang sudah sangat lama berpuasa, namun tak kunjung diberi kepastian tentang operasiku. Setelah menanyakan pada perawat magang yang menemaniku ke bagian kebidanan tadi, perawat itu mengatakan, karena dokternya tidak ada dan sepertinya belum tau akan operasi malam ini atau tidak, jadi tidak apa-apa kalau makan, begitu katanya. Tanpa berpikir panjang, aku langsung makan saja makanan yang ada saat itu (laper banget bo). Ternyata, pada pukul 19.00, dr. Yanuar, dokter yg akan mengoperasiku datang dan mengatakan bahwa aku harus menjalani operasi jam 20.00 malam itu juga. Aku hanya bisa menatapnya tanpa dosa dan bilang bahwa kami sudah menanyakan pada perawat, dan dia bilang boleh makan.

Dokter Yanuar akhirnya membuat janji untuk melakukan operasi besok pagi pukul 08.00. "Tidak apa-apa", kataku. Dan aku hanya perlu mengulang lagi puasaku mulai tengah malam.

Esoknya, pukul 08.00 pagi, aku sudah siap dengan operasiku. Kurang dari setengah jam operasi selesai. Pukul 09.30 aku mulai sadar dan melihat ibu di sampingku dan menungguiku. Lega rasanya hal yang buruk itu sudah usai.

Lima hari kemudian aku boleh pulang ke rumah berkat keteraturanku makan dan banyak bergerak. Hanya saja, dalam sebulan itu berjalan jauh membuat perutku sakit dan terasa berat. Bekas operasi itu, sampai saat ini masih ada. Saudariku membuat candaan bahwa bekas itu bisa membuat hantaran calon suamiku bisa berkurang. Haha.. maybe.. But, thats fine.

Senin, 15 Maret 2010

Trik Agar Kelihatan Pinter di Kelas

Pertama kali melihat judul buku ini, saya merasa begitu tertarik. Saya berpikir, wah ini pasti buku yang penuh dengan trik pintar agar seorang murid benar-benar bisa kelihatan pintar di kelas. Berhubung saya masih seorang mahasiswa, sangatlah penting bagi saya untuk membangun imej menjadi mahasiswa yang pintar (hehe). Tanpa panjang lebar, akhirnya saya pun membeli buku tersebut.

Setelah saya buka, saya amati, dan saya baca di beberapa bagian awal, ternyata buku ini adalah kumpulan blog dari seorang murid SMA yang dijadikan buku. Pengantar tulisan buku ini pun tak tanggung-tanggung, Raditya Dika, seorang blogger yang tulisan-tulisan di blognya pun diterbitkan dan difilmkan. Bahkan buku-bukunya pun menjadi best seller dan mengalami cetak ulang hingga beberapa kali. Mungkin maksudnya menuliskan nama Raditya Dika di bagian covernya adalah supaya mendongkrak penjualan buku ini.

Beberapa cerita di buku ini, menurut saya, lucu juga. Namun, ada beberapa judul yang bikin saya penasaran, ternyata ketika dibaca biasa saja dan kurang nyambung dengan judul. Sehingga setengah dari isi buku ini membuat saya sedikit kecewa.

Yang menyenangkan adalah saya akhirnya jadi berteman dengan pengarang buku yang bernama asli Noval Dias ini lewat facebook. Kemudian ketika berkesempatan mengobrol lewat fasilitas chatting, saya menyatakan untuk mempraktekkan trik yang ditulisnya di kampus saya. Lalu saya juga berjanji untuk mengabarinya lagi jika akhirnya trik darinya itu sukses. Dia pun menerima ide saya dengan senang hati.Sayangnya, hingga saat ini, saya belum bisa mengabarinya tentang kesuksesan triknya itu. Hal ini dikarenakan, saya jarang masuk kuliah di semester kemarin.

Yang pasti, pelajaran penting yang saya dapatkan adalah, seorang murid tidak memerlukan trik khusus agar kelihatan pintar di kelasnya. Akan tetapi, dengan rajin datang ke sekolah, mendengarkan gurunya dalam menerangkan pelajaran, menyerap semua pelajaran dengan baik, dan belajar bersama dengan teman, dan rajin membaca buku sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah murid yang pintar (smart).

Senin, 18 Januari 2010

Awal 2010

Belum menyiapkan entri yang cocok untuk postingan awal tahun ini. But, I hope it's gonna be a good year for me and the people I love.
And next, mumpung libur kuliah sebulan, bagusnya ngumpulin duit buat bayar awal semester nanti. Semoga semua lancar...

Jumat, 11 Desember 2009

INSPIRASI HARI INI

Ungkapan ini kudapatkan dari blog tetangga. Bagus juga.

Masa lalu adalah masa lalu (past), masa depan adalah masa depan (future). Tetapi masa kini adalah hadiah. Oleh karena itu disebut present. We live for today…so don’t look back.


Kamis, 10 Desember 2009


Ulat bulu menari di atas batu Jaka Tingkir.
Diambil di Salatiga (Jateng), 01062009